0

"HAMPA"

Posted by Artauli's Blog on 09.53
Untuk kesekian kalinya aku merasa hampa
Serasa tak ada garam, tak ada gula, dan begitu hambar
Tak ada semangat untuk melakukan segala hal
Semuanya terlihat datar
Jalanan ini
Yang aku lalui
Terlihat kosong dan buntu
Seakan aku sudah tau akhirnya
Jurang
Ya, jurang
Jurang yang dibawahnya begitu banyak ular
Seakan aku akan tetap mati
Seakan sia sia semua perjalanan yang akan aku tempuh
Dan akupun
Lebih memilih untuk diam
Tidak melakukan apapun
Aku pasrah
Aku putus asa
Aku sendiri
Aku pun memiliki duniaku sendiri
Dunia hayal ku
Yang hanya disanalah aku benar benar nyaman
Akupun tersadar
Bahwa aku sudah diujung jurang
Aku sudah tidak bisa berbuat apa apa
Aku hanya bisa perlahan lahan
Melompati
Jurang itu
Dan aku berharap ada yang menangkapku
dan menolongku
Agar setidaknya jika aku nantinya jatuh
Tubuhku tidak remuk
Walau tetap mati
Aku, sekarat.


0

CINTA

Posted by Artauli's Blog on 09.37
Ya, cinta.
Aku yang sudah bertumbuh semakin dewasa, kini merasakan apa itu cinta. Mungkin aku sudah beberapa kali merasakan cinta. Merasakan cinta yang sama, namun dengan orang yang berbeda. Aku menyukainya, aku mengaguminya, aku salah tingkah saat melihatnya, aku tiba tiba ingin mendapatkan perhatiannya, namun...
Aku hanya bisa terdiam, terus mengaguminya, berharap dia melihatku walau hanya sejenak. Ya aku merasakan cinta kembali kepada seorang pria yang sejak awal aku bertemu didalam kelas kuliahku. Aku tak menyangka kalu cintaku hingga sedalam ini. Aku mencari hal yang bisa aku cari di internet tebtang dirinya, apapun itu, hanya sekedar untuk mengetahui informasi tentang dirinya. Ya itulah aku, aku hanya bisa seperti ini. Entah kenapa aku selalu tak berani menatap matanya, jangankan menatap matanya, untuk dekat dengannya saja aku merasa sangat gugup. Walaupun aku sebenarnya, bukanlah orang yang sepenuhnya pendiam, namun aku bagaikan api yang sedang membara namun akan padam ketika air datang. Ya, itulah aku. Itulah sebabnya aku selalu menyesal setiap kesempatan yang Tuhan berikan kepadaku untuk mendekatinya. Teringat dulu ketika SMP, aku juga menyukai seorang lelaki, ia juga sekelasku. Dulu, aku selalu diam ketika didekatnya, tak berani menatap wajahnya, hingga suatu saat ia datang menghampiriku, dan mengajakku berbicara, namun yang aku lakukan justru aku menjauhinya dan tidak menggubris ucapannya. Dikala sma aku juga menyukai seorang ketika itu dia seorang yang pendiam, namun kejadian yang sama terulang kembali sama seperti ketika smp. Namun, ketika kuliah keadaan ini berbeda, aku benar benar tidak pernah berbicara, tidak begitu mengenalnya, bahkan aku jarang sekali melihatnya walaupun kami sekelas, begitu pun sebaliknya dia terhadapku. Namun, beginilah aku, entah sampai kapan. Namun aku yakin Tuhan telah menyimpan seorang untukku. Begitu juga kata ayahku "kamu akan mendapat seorang yang bisa menjagamu, lebih dari apa yg ayah lakukan terhadapmu." 

Thank's for your visit

You Belong With Me

Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info

Copyright © 2009 @Artaauli All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.